Sangkuriangmerupakan sebuah cerita rakyat nusantara yang berasal dari provinsi Jawa Barat. In antiquity, there was the story of a daughter of the king in West Java, named Dayang Sumbi. He has a son named Sangkuriang.
Ceritarakyat bahasa inggris bisa menjadi pilihan untuk mengajarkan kepada anak tentang moral dan menambah kosakata dalam berbahasa inggris. Nah, pada kesempatan ini kakak akan memberikan salah satu cerita rakyat bahasa . Cerita legenda tersebut kembali saya kumpulkan dalam posting kali ini. Ada berbagai jenis cerita rakyat di dunia.
gunungtangkubang. cerita rakyat bahasa inggris sangkuriang beserta artinya. aditramadhan blogspot com contoh dialog legend bahasa inggris. selamat hari pahlawan naskah drama asal mula tangkuban perahu. naskah drama legenda malin 'Storytelling Tangkuban Perahu Cerita Singkat Legenda June 15th,
Rumangsakuciwa karo perawatan ibuné, Sangkuriang mutusaké arep lunga, lan ninggal omahé. Sawise kedadeyan kasebut, Dayang Sumbi nyesel banget amarga tindakane. Rangkuman cerita rakyat Nyi Roro Kidul dalam bahasa Jawa . Singkat cerita Prabu Siliwangi anduweni keturunan saka permaisuri kang awujud bocah wadon kanthi jeneng Putri Lara
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 6rnWXsmrQUIh_YGCisZx8JnDsSzw9c5NMu31vNDywZyBURejJlwIRg==
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo ...mejuah-juah...
Legenda Cerita Rakyat Sumatra Utara Asal Usul Danau Lau Kawar Di Tana… Cerita Rakyat Karo - Penerbit Mitra - Toko Buku Online - Bursa Buku Murah dan Terlengkap di Indonesia. Dongeng Tradisi Karo, “Kisah Seorang Pengail” - YouTube Anjing Blekki yang Menolong Tuannya Pertuturan Dalam Kumpulan “Cerita Rakyat Dari Karo” Karya Z. Pangaduan Lubis Si Cingkam Legenda sumatra utara dongeng batak karo beru sibou dan tare iluh Anak Kucing Hitam Kumpulan Cerita Rakyat Legenda Nusantara for Android - APK Download Legenda sumatra utara dongeng asal mula danau lau kawar Etnik Dan Budaya Indonesia Cerita Rakyat Karo Cerita Asal Mula Danau Lau Kawar - DANAU INDAH Kabupaten Karo - Sumatra Utara - Indonesia SIPLah Cerita Rakyat Karo Pertuturan Dalam Kumpulan “Cerita Rakyat Dari Karo” Karya Z. Pangaduan Lubis KISAH GUA UMANG DI TANAH KARO ON THE SPOT 11/01/18 - YouTube Legenda Cerita Rakyat Sumatra Utara Si Baroar Asal Mula Marga Nasution Garap Cerita Rakyat Karo Gurda-gurdi, Seniman Medan Pentas di Barus Jahe Seni ac58dc Dongeng Tradisi Karo, “Sumanggara” - YouTube Si Cingkam Cerita Rakyat Bahasa Jawa Singkat – Mudah CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN BAHASA JAWA ARISKA COMPNET Untitled Cerita Rakyat Kisah Batu Renggang, Batu Berjalan Pemakan Ternak Warga di Karo Jual Seri Pendidikan Budaya - Cerita Rakyat Dari Karo di Lapak Mata Dunia Bukalapak Asal Muasal Nama-nama Desa dan Benda dalam Cerita Rakyat Karo Kesinambungan Topik pada Cerita Rakyat Karo Terjadina Pertek-Tekken Jual Produk Cerita Rakyat Tanah Karo Termurah dan Terlengkap Oktober 2021 Bukalapak HIKAYAT PUTRI HIJAU ~ Cerita Rakyat Sumatera Utara Dongeng Kita - YouTube CERKAS Cerita Karo Sambat - Podcast Addict Jual Produk Cerita Rakyat Tanah Karo Termurah dan Terlengkap Oktober 2021 Bukalapak 7 Cerita Rakyat dari Sumatera Utara yang Paling Legendaris - Pariwisata Sumut Anak Kucing Hitam cerita rakyat karo Archives Portal Berita Karo Kumpulan Cerita Lucu Orang Karo - Heffri Hutapea Blog Jual CERITA RAKYAT KARO PAWANG TERNALEM. JOEY BANGUN - Jakarta Pusat - KARTIKA SARI BOOK Tokopedia MATERI BAB 2 Cerita Rakyat - Membalik Buku Halaman 1-8 PubHTML5 Cerita Ustaz Abdul Somad Ziarah ke Makam Syekh Sulaiman Tarigan, Penyebar Agama Islam di Tanah Karo - Bagian 1 Kajian Intrinsik dan Nilai-Nilai Moral Terhadap Cerita Rakyat Karo Deleng Pertektekken Galeri Buku Karo Cerita Rakyat Karo PDF Konstruksi Verba Resiprokal Bahasa Karo 5 Cerita Rakyat Sumatera Utara yang Harus Kamu Ketahui - Cerita Medan Sejarah Suku Karo - Jual Seri Pendidikan Budaya - Cerita Rakyat Dari Karo di Lapak Mata Dunia Bukalapak Pertuturan Dalam Kumpulan “Cerita Rakyat Dari Karo” Karya Z. Pangaduan Lubis Legenda Cerita Rakyat Sumatra Utara Asal Mula Orang Batak Minum Tuak Cerita lucu karo - Home Facebook Karo punya cerita - Home Facebook SMP Santa Maria Kabanjahe PAIS ras CIH - Cerita Rakyat Karo - YouTube BAB 1 PENDAHULUAN - filekhususnya cerita rakyat dari masyarakat Batak Karo yang umumnya bermukim di Kabupaten Karo. Cerita rakyat Batak Karo ini sangat banyak jumlahnya, baik Cerita Rakyat worksheet SARUDUNG BLOG Cerita Rakyat Karo CINCIN PINTA PINTA Makna 30 Hari Baik Menurut Kalender Suku Karo dan Terjemahannya - Halaman all - TribunMedan Wiki Untuk yang 6c nomer 2 soalnya relevansi isi cerita karo kahanan jaman saiki bantu jawab yaa PDF TRADISI SASTRA LISAN BATAK KARO Adelina Ginting - Cerita Ustaz Abdul Somad Ziarah ke Makam Syekh Sulaiman Tarigan, Penyebar Agama Islam di Tanah Karo - Bagian 1 Cerita Lucu, Cerita Dewasa BATAK KARO - Home Facebook Cerita Rakyat PDF Galeri Buku Karo Cerita Rakyat Karo Kajian Intrinsik dan Nilai-Nilai Moral Terhadap Cerita Rakyat Karo Deleng Pertektekken Jambipos Cerita Minyak Karo Cap Mejuah-juah Hingga Tembus ke Jambi Gertak Lau Biang - I Ensiklopedia Karo Legenda sumatra utara dongeng batak karo beru sibou dan tare iluh Dongen Rakyat Jawa Tengah Pengertian, Cerita dan Sukunya Cerita Rakyat Sangkuriang Dalam Bahasa Jawa PDF Asal Mula Kota Surabaya ~ Cerita Rakyat Jawa Timur Dongeng Kita - YouTube Beru Karo Basukum Karang Pengaci PAWANG TERNALEM [ CERITA LEGENDA KARO ] Cerita Rakyat Tangkuban Perahu Bahasa Jawa PDF Jual Kumpulan Cerita Anak Basa Jawa / Novel Basa Jawa “Bocah Ilang” - Jakarta Utara - Illiya Store Tokopedia √ Kumpulan Cerita Rakyat Bahasa Jawa Sikat Terlengkap! Kajian Intrinsik dan Nilai-Nilai Moral Terhadap Cerita Rakyat Karo Deleng Pertektekken Jual Seri Pendidikan Budaya - Cerita Rakyat Dari Karo - Z Pangaduan Lubis di Lapak Vidyabuanabuku Bukalapak Kumpulan Cerita Rakyat Lampung - Tulisan nganggo aksara latin ukara-ukara ing ngisor kang gegayutane karo cerita wayang! - Cerita Lengkap Putri Hijau Dan Meriam Puntung Versi Tanah Karo - YouTube kepriye sesambungan isi cerita wayang"prabu kalimantara karo kahanan panguripan jaman saiki - Cerita Rakyat Karo yang berjudul Gana-Gana Sarunggitgit KARO-INFO Jual Original bekas mulus seri pendidikan budaya cerita rakyat dari Karo pengaduan Lubis di Lapak MirwanBookStore3 Bukalapak Carilah Sebuah Cerita Rakyat, Lalu Tuliskan Kembali ke Dalam Bahasa Daerahmu! Soal Halaman 34 - Beru Karo Basukum Buku Sejarah Batak Karo Sebuah Sumbangan Original Shopee Indonesia Legenda Law Kawar - Cerita Rakyat Sumatera Utara Beru Karo Basukum Cara Mengembangkan Cerita Rakyat ke dalam Bentuk Cerpen unsur intrinsik jaka Tingkir mungsuh Karo baya - KARO karya Claudia Lazuardy Cerita Misteri Sosok Nini Kerangen Penunggu Hutan di Karo Karya Seni Suku Karo [ GURKIY ] Potensi Wisata Karo on Twitter “Mejuahjuah man banta kerina☺ Cerita ku tentang tanah Karo simalem… Apakah kalian semua pernah… Sejarah Batak Karo - J. H. Neumann Shopee Indonesia Beru Karo Basukum Dongeng/turi-turin Kalak Karo"BATU RENGGANG" - YouTube Legenda sumatra utara dongeng batak karo beru sibou dan tare iluh STRUKTUR, FUNGSI, DAN NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT DI KABUPATEN KARO SERTA PENERAPAN HASILNYA DALAM MENYUSUN BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP. Project TEATER ARON Wanita Batak Karo Viral Usai Cerita Menikahi Sepupu Sendiri Bagaimana Soal Keturunan? - Sastra Lisan Karo. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta - PDF Download Gratis Ini Cerita Bupati Karo Usai Disuntik Vaksinasi Sinovac Cerita kalak karo - Home Facebook
Berikut ini adalah dongeng atau cerita rakyat dari Suku Karo, Sumatera Utara. Dongeng ini mengisahkan cerita asal mula Lau Kawar. Kami sajikan dongeng ini dalam bahasa Indonesia dan bahasa Karo. Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah, ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo, bernama Desa Kawar. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Suatu waktu hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut, Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. Baca JugaHarga BBM Dinaikkan, Jokowi Janjikan BLT BBM Disalurkan ke Kota dan Kabupaten Pekan Depan Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran Gendang Guro-Guro Aron’, musik khas masyarakat Karo. Pada pesta yang hanya dilaksanakan setahun sekali itu, seluruh penduduk hadir dalam pesta tersebut, kecuali seorang nenek tua renta yang sedang menderita sakit lumpuh. Tidak ketinggalan pula anak, menantu maupun cucunya turut hadir dalam acara itu. Tinggallah nenek tua itu seorang sendiri terbaring di atas pembaringannya. “Ya, Tuhan! Aku ingin sekali menghadiri pesta itu. Tapi, apa dayaku ini. Jangankan berjalan, berdiri pun aku sudah tak sanggup,” ratap si nenek tua dalam hati. Dalam keadaan demikian, ia hanya bisa membayangkan betapa meriahnya suasana pesta itu. Jika terdengar sayup-sayup suara Gendang Guro-guro Aron didendangkan, teringatlah ketika ia masih remaja. Pada pesta Gendang Guro-Guro Aron itu, remaja laki-laki dan perempuan menari berpasang-pasangan. Alangkah bahagianya saat-saat seperti itu. Namun, semua itu hanya tinggal kenangan di masa muda si nenek. Kini, tinggal siksaan dan penderitaan yang dialami di usia senjanya. Ia menderita seorang diri dalam kesepian. Tak seorang pun yang ingin mengajaknya bicara. Hanya deraian air mata yang menemaninya untuk menghilangkan bebannya. Ia seakan-akan merasa seperti sampah yang tak berguna, semua orang tidak ada yang peduli padanya, termasuk anak, menantu serta cucu-cucunya. Ketika tiba saatnya makan siang, semua penduduk yang hadir dalam pesta tersebut berkumpul untuk menyantap makanan yang telah disiapkan. Di sana tersedia daging panggang lembu, kambing, babi, dan ayam yang masih hangat. Suasana yang sejuk membuat mereka bertambah lahap dalam menikmati berbagai hidangan tersebut. Baca JugaTak Terima Dihujat Gegara Istri Ferdy Sambo, Kak Seto Bela Diri Saya Spontan Bilang Bayi Harus Dekat Ibu Di tengah-tengah lahapnya mereka makan sekali-kali terdengar tawa, karena di antara mereka ada saja yang membuat lelucon. Rasa gembira yang berlebihan membuat mereka lupa diri, termasuk anak dan menantu si nenek itu. Mereka benar-benar lupa ibu mereka yang sedang terbaring lemas sendirian di rumah. Sementara itu, si nenek sudah merasa sangat lapar, karena sejak pagi belum ada sedikit pun makanan yang mengisi perutnya. Kini, ia sangat mengharapkan anak atau menantunya ingat dan segera mengantarkan makanan. Namun, setelah ditunggu-tunggu, tak seorang pun yang datang. “Aduuuh…! Perutku rasanya melilit-lilit. Tapi, kenapa sampai saat ini anak-anakku tidak mengantarkan makanan untukku?” keluh si nenek yang badannya sudah gemetar menahan lapar. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, ia mencoba mencari makanan di dapur, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa. Rupanya, sang anak sengaja tidak memasak pada hari itu, karena di tempat upacara tersedia banyak makanan. Akhirnya, si nenek tua terpaksa beringsut-ingsut kembali ke pembaringannya. Ia sangat kecewa, tak terasa air matanya keluar dari kedua kelopak matanya. Ibu tua itu menangisi nasibnya yang malang. “Ya, Tuhan! Anak-cukuku benar-benar tega membiarkan aku menderita begini. Di sana mereka makan enak-enak sampai kenyang, sedang aku dibiarkan kelaparan. Sungguh kejam mereka!” kata nenek tua itu dalam hati dengan perasaan kecewa. Beberapa saat kemudian, pesta makan-makan dalam upacara itu telah usai. Rupanya sang anak baru teringat pada ibunya di rumah. Ia kemudian segera menghampiri istrinya. “Isriku! Apakah kamu sudah mengantar makanan untuk Nenek-nya anak kita?” tanya sang suami kepada istrinya. “Belum?” jawab istrinya. “Kalau begitu, bungkuskan makanan, lalu suruh anak kita menghantarkannya pulang” perintah sang suami. “Baiklah, suamiku! jawab sang istri. Si menantu itu pun segera membungkus makanan lalu menyuruh anaknya, “Nak! Antarkan makanan ini kepada nenek di rumah ya” katanya. “Baik, Bu!” jawab anaknya yang langsung berlari sambil membawa makanan itu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, anak itu segera menyerahkan makanan itu kepada neneknya, lalu berlari kembali ke tempat upacara. Alangkah senangnya hati sang nenek. Pada saat-saat lapar seperti itu, tiba-tiba ada yang membawakan makanan. Dengan perasaan gembira, sang nenek pun segera membuka bungkusan itu. Namun betapa kecewanya ia, ternyata isi bungkusan itu hanyalah sisa-sisa makanan. Beberapa potong tulang sapi dan kambing yang hampir habis dagingnya. “Ya, Tuhan! Apakah mereka sudah menganggapku seperti binatang. Kenapa mereka memberiku sisa-sisa makanan dan tulang-tulang,” gumam si nenek tua dengan perasaan kesal. Sebetulnya bungkusan itu berisi daging panggang yang masih utuh. Namun, di tengah perjalanan si cucu telah memakan sebagian isi bungkusan itu, sehingga yang tersisa hanyalah tulang-tulang. Si nenek tua yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, mengira anak dan menantunya telah tega melakukan hal itu. Maka, dengan perlakuan itu, ia merasa sangat sedih dan terhina. Air matanya pun tak terbendung lagi. Ia kemudian berdoa kepada Tuhan agar mengutuk anak dan menantunya itu. “Ya, Tuhan!” Mereka telah berbuat durhaka kepadaku. Berilah mereka pelajaran!” perempuan tua itu memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Baru saja kalimat itu lepas dari mulut si nenek tua, tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat. Langit pun menjadi mendung, guntur menggelegar bagai memecah langit, dan tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Seluruh penduduk yang semula bersuka-ria, tiba-tiba menjadi panik. Suara jerit tangis meminta tolong pun terdengar dari mana-mana. Namun, mereka sudah tidak bisa menghindar dari keganasan alam yang sungguh mengerikan itu. Dalam sekejap, desa Kawar yang subur dan makmur tiba-tiba tenggelam. Tak seorang pun penduduknya yang selamat dalam peristiwa itu. Beberapa hari kemudian, desa itu berubah menjadi sebuah kawah besar yang digenangi air. Oleh masyarakat setempat, kawah itu diberi nama Lau Kawar’. terjemahan dalam bahasa Karo TURIN MULA BENA LAU KAWAR Nai kunuken tersena me bas sada turin, lit sada kuta si mehumur kal i daerah Kabupaten Karo, ergelar Kuta Kawar. Anak kuta enda umumna erpendahin perjuma. Peranin kalak e mbuah nge lalap. Sekali waktu, peranin kalak e mbuah dua kali lipat arah tahun sope sie. Keben-keben kalak e dem buah page. Piah enterem kalak e si kebenna lanai siat ulih peraninna. Guna ngataken bujur kempak Tuhan kerna keliasen e, kalak e pe ergotong-royong guna ngelakoken ulih peranin si mbuah e alu ngelakoken lakon kerja adat. Bas wari lakon adat e, Kuta Kawar teridah enterem ras meriah kal. Kerina anak kuta makeken paken si ercurak-curak ras perhiasen si meharhar. Sidiberu kuskas erdakan ras nggule erbage pangan guna ipan ras ras bas lakon e. Lakon e pe iperiahken alu erbahan Gendang Guro-Guro Aron’, musik kas masyarakat Karo. Bas lakon si terjeng ilakoken setahun sekali e, kerina anak kuta reh bas kerja e, seakatan sekalak nini tudung enggo metua si sangana sakit cempang. La ketadingen pe anak, kela/permain bagepe kempuna ikut reh ku lakon kerja adat e. Tadingme nini tudung e sekalak gempang datas inganna medem. “Ooo, Tuhan! Merincuh kal aku reh ku lakon kerja e. Tapi, kugalah kubahan. Lapedah erdalan, tedis kin pe labo aku ngasup,” iher tangis bas pusuhna. Bas keadan bage, ia terjeng banci mbayangken bage rianha lakon kerja e. Adi terbegi ndauh-dauh nari sora Gendang Guro-guro Aron identengken, teringetme tupung ia singuda-nguda denga. Bas lakon kerja Gendang Guro-Guro Aron e, anak perana ras singuda-nguda landek erpasang-pasangen. Bage riahna paksa-paksa sibage rupana. Tapi, kerina e terjeng tading ingeten paksa nguda nini tudung e. Genduari, tading siksan ras suin si nanami bas umurna enggo metua. Mekelesa ia sekalak bas kelungunen. La sekalak pe si nggit ercakap ras ia. Terjeng iluh mamburen si nemanisa guna meneken babanna. Petempa-tempa ia nggejapken bagi sampah si la erguna, kerina jelma la lit si meddiate kempakna, termasuk anak, kela/permain ras kempu-kempuna. Tupung seh paksa man ciger, kerina anak kuta si reh bas lakon kerja e pulung guna mangani pangan si isikapken. I je lit bengkau panggang lembu, kambing, babi, ras manuk si melas denga. Situasi si malem erbahan kalak e reh tabehna akapna man ngenanami erbage bengkau e iherna kulcapen man. I tengah-tengah perkulcapna man kerina sekali-sekali terbegi tawana, sabap isekelewet kalak e lit saja sierbahan pertawan. Meriah ukur si erlebihen mahansa lanai inget kalak e kai pe, termasuk anak ras kela/permain nini tudung e. Tuhu-tuhu kalak lupa nande kalak e si sangana kote si sada i rumah. Paksa sie, nini tudung e enggo lumben, sabap pagi-pagi nari lenga lit sitik pe pangan si ngisi beltekna. Gundari, iarapkenna kal anak tah kela/permainna inget ras minter naruhken nakan. Tapi, kenca itima-timai, la sekalak pe si reh. “Andiiihh…! Beltekku bagi ngelilet-lilet. Tapi, engkai seh gundari enda anak-anakku la naruhken pangan bangku?” kumesah nini e si kulana enggo nggirgiren nahanken lihe. Alu iba-iba gegeh si lit, icubakenna ndarami pangan i dapur, tapi kai pe la lit idatkenna. Kepeken, si anak sengaja la erdakan bas wari e, sabap bas lakon kerja e sikap kerina pangan. Dungna, nini tudung e terpaksa nggawang-nggawang mulihi ku inganna meden. Sangkut kal ukurna, la gejap iluhna ndarat arah duana matana. Nande si metua e ngandungi padanna. “Ooo, Tuhan! Anak-kempuku tuhu-tuhu seh kal ukurna mpediat aku suin bagenda. I jah kalak ndai man entabeh-entabeh seh besur, tapi aku ipediat lumben. Kejam kal kalak e!” nina nini tudung e bas pusuh alu penggejapen sangkut ukur. Piga-piga paksa kenca sie, lakon man-man bas lakon kerja adat e nggo dung. Kepeken si anak minter teringet kempak nandena i rumah. Minter ia ndahi ndeharana. “Ndeharangku! Enggo ndia itaruhkenndu pangan man Nini anakta?” nungkun perbulangen kempak ndeharana. “Lenga?” jabap ndeharana. “Adi bage, bungkusken pangan, ence suruh anakta naruhkenca ku rumah” perentah si perbulangen. “Uwe yahh, perbulangenku! jabap si ndehara. Si permain e pe minter mbungkus pangan ence nuruh anakna, “Nakku! Taruhken pangan enda kempak ninindu i rumah ya.” nina. “Uwe, Nande!” jabap ananka si minter kiam iherna maba pangan e mulih ku rumah. Kenca seh i rumah, minter anak e mereken pangan e kempak ninina, ence kiam mulihi ku ingan lakon kerja e. Meriah kal ukur si nini tudung. Paksa melihe bage, rempet lit si maba pangan. Alu penggejapen meriah ukur, si nini pe minter nalangi bungusen e. Tapi bage senggetna ia, kepeken isi bungkusen terjeng iba-iba pangan. Piga-piga penggel tulan lembu ras kambing si nandangi keri jukutna. “Ooo, Tuhan! Lakinlah kalak e enggo ngakap aku bagi binatang. Engkai kalak e mereken bangku iba-iba pangan ras tulan-tulan,” cengamen si nini tudung alu penggejapen nembeh. Situhuna bungkusen e risi jukut panggang si mejile denga. Tapi, itengah perdalanen nggo ipan si kempu deba isi bungkusen e, seh maka ibana terjeng tulan-tulan. Si nini tudung si la meteh kejadin si tuhuna, ngakap anak ras permainna sengaja erbahansa bage. E maka alu perlakon sie, ndele kal atena ras itokohi. Iluhna pe lanai terpengadi. Ence ertoto ia kempak Tuhan gelah numpahi anak ras permainna. “Ooo, Tuhan!” “Kalak e nggo erbahan kemali kempakku. Bere dage kalak e pelajaren!” Diberu tua-tua e mindoken kempak Tuhan Si Madakuasa. Edenga belas-belas i lepus idur babah nini tudung e, rempet jadi mara eme gempa si mesangat. Langit pe jadi mbiring, lenggur siayak-ayaken petempa mecahken langit, ras la ndekah kenca sie ndabuh udan meder kal. Kerina anak kuta si ndai ermeriah ukur, rempet jadi lanai meteh tumburen. Sora serko tangis mindo sampat pe terbegi ijah ije. Tapi, kalak e enggo lanai banci nilah idur kinirawan doni si tuhu-tuhu mehantu e. Bas kentisik saja, Kuta Kawar si mehumur ras mejue rempet teldem. La sekalak pe anak kutana si selamat bas kejadin e. Piga-piga wari kenca sie, kuta e salih jadi sada kawah galang si demi lau. Masyarakat sekelewet, kawah e igelari Lau Kawar’. Bageme turin mula bena Lau Kawar i daerah Taneh Karo, Sumatera Utara. Tenah orat nggeluh bas turin enda e me pentar ngataken bujur, pedauh sipat kemali kempak orang tua, ras ula sia-siaken pedah. Demikianlah kisang asal mula Lau Kawardari daerah Tanah Karo, Sumatera Utara. Pesan moral dalam cerita rakyat ini adalah pandai mensyukuri nikmat, menjauhi sifat durhaka kepada orang tua, dan jangan menyia-nyiakan amanat. [Dilansir Eva Barus pariidari berbagai sumber terjemahan bahasa Karo dari majalah Ralinggungi]
cerita rakyat bahasa karo singkat